Burung Murai Batu

TIPS TENTANG MURAI BATU :

Murai batu (Copsychus malabaricus) merupakan burung kicau paling populer. Termasuk ke dalam family Turdidae. Tersebar di seluruh pulau Sumatra, Semenanjung Malaysia, dan sebagian pulau Jawa. 

Ciri Morfologis
Telp. 081390501780
Memiliki tubuh hampir seluruhnya hitam, kecuali bagian bawah badan berwarna merah cerah hingga jingga kusam. Terdapat sedikit semburat biru di bagian kepala. Ekor panjang ditegakkan dalam keadaan terkejut atau berkicau.
Murai Batu dari Tanjung Redep, Kalimantan Timur menpunyai keunikan di bagian kepalanya yang bergaris putih memanjang ke belakang. Murai Kalimantan memiliki ekor lebih pendek dengan panjang sekitar 8-12 cm, sementara Murai Batu Sumatra 15-20 cm . Ciri khas lainnya adalah Murai Batu Kalimantan apabila berhadapan dengan jenisnya akan mengelembungkan bulu-bulu disekitar dadanya sambil berkicau.
Badan berukuran 14-17 cm.
 
Pakan
Makanan umum adalah serangga kecil. Hobiis biasanya memberikan kombinasi pelet, kroto, jangkrik, ulat hongkong dan telur lebah. Murai Batu juga memakan poer/voer yang banyak dijual di kios burung.

Seksing
Jantan dibedakan dengan betina dari kicauan yang lebih aktif dan ekor lebih panjang. Jantan tidak bisa menoleransi adanya jantan lain di sekitar wilayahnya. Sementara betina sulit menerima jantan yang tidak dikenal. Biasanya penangkaran dilakukan dengan mengawinkan pasangan dari satu induk (incest).
Namun saat ini banyak pengemar burung berkicau di daerah Jawa sudah mulai berhasil menangkar Murai Batu silangan antara jenis Sumatra (Medan) dengan jenis kalimantan (Borneo)

Bakalan Murai Batu
Bakalan Murai Batu adalah murai batu muda yang belum dapat berkicau, dan hanya memiliki suara yang khas sejak lahir.
Bakalan murai batu terdapat ada 2 jenis : Bakalan murai batu muda dari ternak dan bakalan murai batu muda dari hutan.
Bakalan Murai Batu Muda ternak adalah burung yang didapatkan dari proses hasil penangkaran, yang di rawat dari piyik, Bakalan Murai Batu Muda Hutan adalah burung hasil dari proses penangkapan di hutan. 

Bakalan Muda Hutan biasanya sudah beranjak agak dewasa, telah mengalami perubahan bulu dan sudah memasuki proses belajar berkicau.
Bakalan Murai Batu yang paling banyak di jumpai di pasaran adalah bakalan muda dari proses penangkaran, saat ini sangat jarang di temukan bakalan Murai Batu Muda dari Hutan. Karena sudah banyak orang menjadi breeder burung Murai Batu, mereka mengambilnya dari Induk berkualitas Terbaik / yang sudah merajai kontes lomba nasional burung berkicau dimana-mana, sedangkan bakalan hutan makin sedikit karena sering di tangkap untuk di buat menjadi burung berkicau lomba maupun untuk indukan, dan dari mereka tidak banyak mengembalikan jenis burung ini ke alamnya kembali.


Bakalan Murai Batu Muda Hutan lebih kaya dalam pengolahan vokalnya daripada bakalan muda proses penangkaran, karena bakalan ini telah belajar kicauan dari induknya langsung dan burung kicauan lainnya sehingga vokal kicauannya lebih bervariasi dan lebih terlihat alami.
Tetapi seiring dengan kemajuan pembelajaran menjadi breeder, saat ini banyak sekali di jumpai bakalan - bakalan muda dari proses penangkaran mempunyai bakalan muda yang tak kalah hebat kicauannya, breeder - breeder ini memperhatikan dengan seksama segala kebutuhan yang menunjang untuk membuat Murai Batu berkualitas Terbaik, seperti dari Indukan yang Sehat jasmani dan mental yang baik, kualitas makanannya, supplementnya, kualitas air minumnya, kebersihan kandangnya, kebersihan lingkungan sekitar kandang, sampai proses telurnya, anakan burung dari makanannya sampai dia siap untuk ikut lomba.

Bakalan Muda dari proses penangkaran mempunyai sesuatu kelebihan yaitu pada proses adaptasinya jauh lebih cepat dan proses penjinakannya lebih gampang.